Header Ads

MRT Jakarta Berencana Melanjutkan Jalur Ke Serpong?

Pembangunan Dipo KRL MRT Jakarta di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Dok: PT. MRT Jakarta)

Ketika berkunjung ke Redaksi Kompas pekan lalu, Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan rencana MRT memperpanjang jalur transportasi massal cepat (mass rapid transportation/MRT) itu hingga wilayah Bintaro dan Serpong di Kota Tangerang Selatan. Dari stasiun dan depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, MRT itu akan diperpanjang melintasi sepanjang tepi jalan tol Pondok Indah-Bintaro-Serpong, dan dibuat di atas jalur layang. 

Tanggapan positif atas rencana itu terungkap di media sosial dan grup-grup Whatsapp. Umumnya warga yang tinggal di sekitar lokasi yang akan dilalui MRT menyambut baik rencana MRT Jakarta memperpanjang jalurnya hingga pinggiran Jakarta. Rencana itu tentu bukan tanpa perhitungan matang. 

William mengincar calon penumpang MRT dari penduduk BSD City yang pada tahun 2017 ini diperkirakan lebih dari 300.000 jiwa. Apabila ditambah penduduk Gading Serpong, Alam Sutera, dan perumahan-perumahan lain di wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, termasuk Bintaro Jaya, Pamulang, Ciputat, dan sekitarnya, jumlahnya lebih dari satu juta jiwa. Ini pasar potensial yang menggiurkan bagi MRT. 

Selama ini, sebagian dari mereka sudah menikmati layanan KRL commuter line jurusan Tanah Abang-Serpong-Parungpanjang-Maja. Tetapi, sebagian lagi masih enggan meninggalkan mobil pribadi mereka. Jika diperpanjang melintasi hunian di Bintaro dan Serpong, MRT diperkirakan akan lebih menggoda kelas menengah berpindah ke moda transportasi massal itu. 

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, yang selama ini pusing dengan kemacetan di wilayah kotanya, langsung berkomentar, ”Ini keren dan patut didukung. Saya sudah mengusulkannya sejak DKI Jakarta masih dipimpin Pak Basuki Tjahaja Purnama.” Suara senada diungkap Michael Widjaja, CEO Sinarmas Land, pengembang yang membangun BSD City. 


MRT akan membuat warga makin mudah menuju jantung kota Jakarta tanpa pusing memikirkan ongkos tol dan biaya bahan bakar. Michael sebelumnya menyatakan sedang merencanakan bersama investor Jepang membangun kereta ringan (light rail transit/LRT) di BSD City. Jika pengembang lain di Gading Serpong dan Alam Sutera ikut bergabung, LRT itu akan saling menghubungkan wilayah BSD, Gading Serpong, dan Alam Sutera. Dan yang terpenting, LRT itu akan terkoneksi langsung dengan MRT Jakarta yang ujungnya di Serpong. 

Kelas menengah di metropolitan Jakarta dan Bodetabek yang selama ini naik mobil pribadi membutuhkan kenyamanan dan ketepatan waktu. Dengan jarak waktu kedatangan kereta MRT setiap lima menit sekali dan tarif sekali naik MRT sekitar Rp 20.000 per orang, MRT bisa menjadi salah satu pilihan yang menggoda. 

Apalagi MRT langsung ke jantung Ibu Kota, melintasi pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan di kawasan Sudirman-Thamrin. MRT juga akan terkoneksi dengan jaringan kereta bandara, sejumlah halte utama bus transjakarta (bus rapid transit/BRT), dan LRT jurusan lain. Memperpanjang jalur MRT hingga Serpong merupakan langkah dan strategi cerdas. MRT tak sekadar menunggu, tapi langsung menjemput penumpang hingga ke permukiman.

*) sumber: https://kompas.id/baca/metro/2017/09/03/mrt-ke-serpong/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.